Kejujuran yang bermakna kemuliaan tidak sama sekali menggubris rasa dan hati para kaum petinggi. Melupakan segala kesediaan yang telah dijanjikan dengan semena-mena jabatan yang ditunggangi.
Berbagai persoalan yang selalu menjadi ketimpangan.
Sebab perlahan janji yang disumpahkan tidak linier dengan kenyataan.
Menyanggupi segala keinginan kekuasaan, namun lemah untuk menyejahterakan keadilan.
Payung hukum yang semestinya meneduhkan, ironisnya seraya menggaduhkan.
Kemajuan Bangsa tidak hanya soal kesanggupan kepemimpinan.
Ada pun yang lebih diutamakan yakni bagaimana memporsikan kedudukan Bangsanya dalam menjalankan kekuasaan.
Tak bisa dimungkiri, selalu saja muncul polemik pada setiap kepemimpinan.
Tidak usai satu permasalahan, namun lahir beribu ketimpangan.
Hitam belum tentu pekatnya kegelapan.
Yang kelam, jangan dilupakan.
Komentar
Posting Komentar