Dari semua pihak yang pernah bermuara di kantung hati.
Pada semua rindu yang pernah berkecamuk di relung hati.
Dan semua rasa yang sempat sedia mengisi cahaya di palung hati.
Untuk sekian waktu yang telah jauh beranjak.
Menyisakan bulir-bulir pilu yang terus beriak.
Melapangkan kerinduan yang semakin terisak.
Nestapa tak pernah didamba.
Pada siapa pun pastilah tak akan sanggup menopangnya.
Untuk sekadar merangkulnya, bahkan kecewa pun siapalah yang sudi untuk menambatnya.
Dalam skenario sebuah cerita, pergi menangis untuk menjemput tawa, sudahlah pasti tertera di dalam naskah.
Komentar
Posting Komentar