Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Buta Mata, Buta Hati.

Nurani tak lagi berguna ketika naluri telah terpasung oleh ambisi nafsi. Memaksakan diri tanpa alas kaki untuk melewati panasnya bara api. Kata “Tuhan” disebut ratusan hingga ribuan kali setiap hari. Namun konsep dosa tidak memiliki fungsi di hampir setiap kebijaksanaan yang menyangkut orang banyak. Naluriah manusia menjadi disfungsi akibat banyaknya dominasi yang tidak dipilah untuk dikonsumsi. Sebuah generasi yang mewarisi malapetaka sosial ekonomi dan bencana ekologi kepada anak cucunya adalah generasi ruhani yang mabuk di atas singgasana “aku manusia”—suatu kesadaran sekuler. Kemerdekaan yang Tuhan sematkan membuat manusia terbelenggu akan nafsu yang menjadikannya sebagai reinkarnasinya Namrud. Dewasa ini kita kerap dipertontonkan pada banyak hal yang tidak benar yang dilakukan penguasa-penguasa manusia dalam manajemen alam semesta ini. Sengkuni yang kita kenal dalam imajinasi ternyata bukanlah benar-benar tokoh yang fiksi. Sengkuni telah merasuk zhohir dan bathin para penguasa yan...

Jalang Yang Pandai Berhutang.

Jangan salahkan pisaunya yang terlalu tajam. Sebab fungsi aktualnya memang untuk memotong. Tapi, di tangan siapa pisau itu digenggam, karenanyalah pisau itu diasah. Ada yang terlalu fokus terhadap objektivitas, hingga lupa bahwa ada hal yang disebut sebagai subjektivitas. Lagi dan lagi, di penghujung dewasa ini kita sering kali dipertontonkan oleh sebuah aktivitas sistem yang kerap menuai berbagai kontroversi. Sejatinya segala kebijakan adalah suatu hal yang harus dijalankan, malah yang terjadi adalah makin banyaknya ruang publik yang memperbincangkan hingga menjadi bahan bualan di banyak kalangan. Perbedaan-perbedaan intonasi yang tercipta sebagai penyeimbang birokrasi, ironisnya melahirkan disparitas dan menuai tendensi. Berbagai cara dilakukan demi sebuah kelanggengan reputasi, hingga menelantarkan betapa mulianya nilai harga diri. Lahirnya phobia ke dalam sistem menyebabkan kesadaran akal menjadi hilang. Tidak ada lagi keadilan yang menunjang, yang berlaku kini adalah kebijakan huk...