Manusia diciptakan tidak luput dari segala kekurangan. Tapi, bukan berarti kita (manusia) untuk enggan berbagi. Seperti halnya sebuah hati. Manusia begitu murah untuk berbagi kasih, bahkan memberi cintanya dengan setulus hati. Siang menjelma petang, melukiskan jingga di ujung ufuk sebelah barat. Cakrawala kian membentang. Meronakan bias kontras dari sang senja. Terpukau diriku atas segala suguhan semesta. Teringat kembali saat siang itu aku bertemu dengannya. Aku kembali tersihir tanpa jeda, tanpa sanggup kuseka. Terus-menerus terngiang akan dirinya. Hanya mampu celotehan yang aku lontarkan pada sang senja. Bahwasanya aku begitu ingin kembali dipertemukan dengannya, untuk sekedar menyadarkan diriku. Lambat laun. Perlahan tapi pasti. Sang jingga izin pamit undur diri. Langit-langit kamarku seraya menjelma sebagai hamparan gemintang yang berkilau. Aku membayangkan ada wajahmu di antara rentetan Bintang-bintang. Bibirku melekuk senyum beriringan anganku yang berisikan...
Dari pencinta, untuk sang Pencipta.