Ada palung yang paling dalam, ada relung yang aku selam. Perlahan tenggelam, semakin gulita, seluruhnya hitam. Ada yang berhasil kembali ke permukaan, setelah menembus hamparan gelap untuk sampai pada palung yang paling dalam. Aku pernah tenggelam. Yang membuatku trauma serta segan untuk kembali menyelam. Namun entah kenapa, ada sesuatu yang sangat menghendakiku untuk mencoba menyusuri relung hatinya yang paling dalam. Bermimpi tentang aku yang pandai menyelami lautan, membuatku semakin tekad bahwa aku pun pasti mampu menyuruki hatinya. Aku tak paham bahwa setiap lautan mempunyai kedalaman yang berbeda. Pun dengan kadar rasa hatinya saat aku mulai menapaki tepiannya. Aku yang sudah terlena dengan keindahan senja yang menyerupai senyumannya. Membuatku terlalai. Aku khilaf, bahwa ombak yang sejak mentari pergi berkelakar, akan kembali ke tepian setibanya senja di petang hari. Tersungkur diriku. Gulungan ombak yang menabrak diriku...
Dari pencinta, untuk sang Pencipta.