Beberapa perjanjian hanya sepakat dalam kurun waktu.
Namun tidak sejatinya menjadi ketetapan, dan yang terjadi adalah bualan-bualan palsu.
Sejak awal peradaban manusia di muka bumi, Dunia sudah dibisingkan oleh gemuruh peperangan.
Berbagai macam kepentingan selalu saja diwarnai dengan benturan antar pasukan.
Mulai dari sebuah dinasti hingga maraknya aneksasi. Seakan di muka bumi ini tak kenal hening dari sebuah pertempuran. Bahkan dalam Sabda-Nya; "menjelang hari akhir nanti semua ummat akan berperang kembali demi kesejahteraan Dunia yang hakiki". Tanpa sedikit dispensasi.
Peradaban modern saat ini banyak dalih pernyataan tentang kemaslahatan, namun yang tertuang adalah penderitaan-penderitaan. Dan agaknya memang benar; tatkala berjanji layaknya firman Tuhan, dan ketika terpilih berlaku seperti Setan.
Manusia yang selalu merasa ingin menang, kerap haus akan sebuah pernyataan bahwa dirinyalah yang pantas menjadi juara. Namun mereka yang sangat berambisi untuk menang, meluputkan tentang sportivitas permainan.
Dunia adalah bentuk kemerdekaan untuk sebuah kepentingan. Namun untuk memerdekakan keadilan sangat sukar dalam kenyataan dewasa ini. Berbagai cara telah ditempuh untuk keadilan yang hakiki, namun lagi-lagi harus telak dengan keadaan pincang kaki.
Komentar
Posting Komentar