Cikal bakal yang sungguh tak masuk nalar dan akal.
Tatanan oligarki yang sungguh bebal.
Berbagai macam polemik yang kian menumpuk, kian menggumpal.
Merancang aturan dengan asal.
Para penyampai aspirasi selalu dicekal.
Padahal, hanya mengantongi segelondong suara sebagai bekal.
Segala keluh-kesah yang sudah dirapal.
Dibawanya pergi ke tempat para elite tinggal.
Berdiri, berteriak di atas aspal.
Usut tuntas selalu dianggap radikal.
Pemeran-pemerannya dibiarkan hidup kekal.
Duduk manis dan tertawa bahagia terpingkal-pingkal.
Merakbal!
Kaum agraris selalu gagal.
Meminta adil kepada kaum kapital.
Pagar dinding semakin dibuat tinggi menebal.
Agar kaum bawah tak bisa menyangkal.
Mereka begitu lahap menyantap hak yang sintal.
Seenaknya menyilih kaidah haram menjadi halal.
Dan meraup segala dalih agar kebal.
Keadilan yang sejatinya cuma-cuma malah dijual.
Rakyat kecil tak mampu membeli karena mahal.
Dahal, ada juga hak jelata untuk menjejal.
Komentar
Posting Komentar