Hati adalah puncak berpijaknya berbagai rasa. Tempat bersinggahnya berbagai macam praduga. Namun, kita tak dapat mengetahui lebih dalam tentang isi hati seseorang.
Seperti hari kemarin, tatkala dua insan yang tak saling kenal mulanya. Dihadapkan berpapasan tanpa rekayasa. Dilanda kebingungan sebab belum pernah bertatapan.
Hati seraya meluapkan beribu tanya. Hati seakan tersihir oleh tatapannya yang walau hanya sesaat. Perjumpaan itu adalah awal mulanya sebuah rasa menduduki hati ini.
Petang dengan lembayungnya yang hendak berpamitan. Meninggalkan bias jingganya pada semesta.
Bumi begitu lekas merotasi. Hari pun semakin kencang berlari. Namun hati, belum sepenuhnya menguakkan dengan pasti. Perihal pertemuan di beberapa hari lalu.
Anganku terus terobsesi perihalnya. Ribuan pertanyaan hati yang juga belum satu pun terjawab. Harapku, begitu ingin berjumpa dengannya kembali.
Langit berpijar. Hatiku terus berpendar.
Hampir satu bulan penuh hari-hariku terus dihantui tentang pertemuan kala siang itu. Hatiku seraya disesatkan oleh parasnya. Ya, aku terjebak oleh sihiran tatapnya.
Semoga saja, waktu menyeret kita kembali untuk sekedar menjawab ribuan tanya yang kugenggam selepas perjumpaan yang begitu singkat.
Batinku berbisik .
Seperti hari kemarin, tatkala dua insan yang tak saling kenal mulanya. Dihadapkan berpapasan tanpa rekayasa. Dilanda kebingungan sebab belum pernah bertatapan.
Hati seraya meluapkan beribu tanya. Hati seakan tersihir oleh tatapannya yang walau hanya sesaat. Perjumpaan itu adalah awal mulanya sebuah rasa menduduki hati ini.
Petang dengan lembayungnya yang hendak berpamitan. Meninggalkan bias jingganya pada semesta.
Bumi begitu lekas merotasi. Hari pun semakin kencang berlari. Namun hati, belum sepenuhnya menguakkan dengan pasti. Perihal pertemuan di beberapa hari lalu.
Anganku terus terobsesi perihalnya. Ribuan pertanyaan hati yang juga belum satu pun terjawab. Harapku, begitu ingin berjumpa dengannya kembali.
Langit berpijar. Hatiku terus berpendar.
Hampir satu bulan penuh hari-hariku terus dihantui tentang pertemuan kala siang itu. Hatiku seraya disesatkan oleh parasnya. Ya, aku terjebak oleh sihiran tatapnya.
Semoga saja, waktu menyeret kita kembali untuk sekedar menjawab ribuan tanya yang kugenggam selepas perjumpaan yang begitu singkat.
Batinku berbisik .
Komentar
Posting Komentar