Rinduku menyelinap, di setiap rintik gemercikmu.
Rinduku menengadah, di tiap tetes hujanmu.
Rinduku menyesap, di tiap embusan napasmu.
Adalah aku, yang siap sedia; dihempaskan hujanmu,
dibenturkan anginmu, dipijakkan langkahmu.
Jangan terburu-buru merebahkan sedihmu.
Sejenak, aku ingin dengar alasanmu membalas tiupan rinduku.
Walau kembalinya hadirmu,
juga membuat goresan yang menyayatku.
Setidaknya,
aku tak ingin, bahkan aku pun tak sanggup,
jika melihat lekuk senyummu memudar.
Sekiranya, aku hanya ingin memastikan,
agar bahagiamu tetaplah tegar.
Walau kini bukanlah aku tempatmu bersandar .
Rinduku menengadah, di tiap tetes hujanmu.
Rinduku menyesap, di tiap embusan napasmu.
Adalah aku, yang siap sedia; dihempaskan hujanmu,
dibenturkan anginmu, dipijakkan langkahmu.
Jangan terburu-buru merebahkan sedihmu.
Sejenak, aku ingin dengar alasanmu membalas tiupan rinduku.
Walau kembalinya hadirmu,
juga membuat goresan yang menyayatku.
Setidaknya,
aku tak ingin, bahkan aku pun tak sanggup,
jika melihat lekuk senyummu memudar.
Sekiranya, aku hanya ingin memastikan,
agar bahagiamu tetaplah tegar.
Walau kini bukanlah aku tempatmu bersandar .
Komentar
Posting Komentar