Dalam kurun waktu yang cukup lama kita mendiami bumi.Berbagai macam hal yang telah kita pelajari dalam hidup ini.
Teriring masa yang terus memberikan pengalaman yang kita jalani. Beragam teori mengenai kehidupan yang sejak lama bahkan sampai kini terus dipelajari.
Melahirkan beragam gagasan untuk berlangsungnya perubahan.Namun, semua itu adalah hal yang semu. Hingga dewasa ini, Dunia masih terselimuti oleh misteri.
Bagi mereka yang memahami tentang sejarah kehidupan, hal demikian masih tersemat menjadi bahan diskusi. Bagi sebagian orang, Dunia ini adalah konspirasi. Dan sebagian lainnya, Dunia ini adalah ladangnya para makhluk-makluk ber-akal yang penuh ambisi.
Kehidupan sematanya berjalan dengan ramahnya kedamaian, selepas perjanjian yang diikarkan dari masa-masa kebrutalan. Dan seketika, seisi Dunia menjadi gempar, semuanya terasa bergetar, hingga satu per satu berpendar.
Sebuah serangan yang membuat semuanya menjadi hening dalam kurun waktu yang begitu singkat. Sebuah ancaman yang menjadikan seluruhnya sunyi dalam sekejap. Tak ada lagi kebisingan.
Semua keterbiasaan hidup lenyap begitu saja. Tak ada lagi hiruk-pikuk keramaian. Semua keberlangsungan hidup terjeda hanya sekelibat mata. Ya, segalanya yang telah terjalin sanding, harus terpaksa menjadi asing.
Butiran-butiran debu menebalkan bangku-bangku pendidikan. Berjarak jauh demi sebuah transaksi kebutuhan pangan. Menabung kerinduan untuk pulang ke kampung halaman. Ya, segalanya yang telah menjadi tradisi, harus rela berhenti lantaran pandemi.
Entah sampai kapan harus membiasakan hidup dalam keadaan seperti ini. Entah hal apa lagi untuk menyamankan diri pada situasi hidup seperti ini. Memaksakan nyaman mungkin bisa dibiasakan. Namun, kejenuhan sangat sukar dinyamankan .
Komentar
Posting Komentar