Kemacetan panjang lalu lintas birokrasi
Riuh di lajur kanan oleh iring-iringan kaum berdasi
Seraya menghambat tujuan kaum-kaum madani
Protes demi protes mulai bersahutan di sana-sini
Bisingnya desibel sirine yang tak henti-henti
Disusul laju kecepatannya yang teramat tinggi
Membuyarkan konstelasi pembahasan Ibu Pertiwi
Hingga melebihi suara azan di masjid Al Islami.
Konsep hukum bukan lagi soal haram-halal
Kesejahteraan tidak lagi bersifat substansial
Barang siapa yang menghamba pada tuhan feodal
Niscaya hukum tidak akan mempan alias kebal
Ambisi melumpuhkan kesehatan akal
Di balik suara yang berada di dalam kardus abal-abal
Yang banyak melahirkan ihwal kontroversial
Ekualisasi diperkosa hasrat yang tak lagi bermoral
Kedaulatan menjadi barang pokok yang kerap dijual
Agar saku tetap terisi oleh kucuran modal. HAHAHA, LICIK SEKALI KAU, DAJJAL!!!
Wajah-wajah hipokrit semakin terlihat nyata
Lantaran sering lupa menutupi kedunguannya
Gedung putih tak lagi suci seperti warnanya
Sajian Intervensi yang dilahap tanpa menapisnya
Hingga lupa, bahwa tempe kaya akan proteinnya
Kegiatannya kerap menanam sawit dari Aceh — Papua
Tapi mengapa, kini pasar sepi pembeli lantaran minyak goreng tak lagi tersedia
Belum lagi banyaknya persoalan yang menyangkut tentang
Agama
Padahal, masing-masing jabatan sudah ada tupoksinya
Ahh! Betapa banyaknya orang pintar di Negeri berjuluk Macan Asia
Namun sikap dan kebijakannya bak Serigala berbulu Domba.
Komentar
Posting Komentar